Rabu, 16 Januari 2013

laporan peraktik perkiemihan




BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Tubuh merupakan satu kesatuan dari sel yng selalu bekerja setiap saat. Dalam prosestersebut, dihasilkan zat-zat yang sisa yang harus dikeluarkan oleh tubuh itu sendiri.Pengeluaraan ini harus dilakukan karena zat tersebut bersifat racun bagi tubuh. Proses pengeluaran itu biasanya disebut juga dengan proses eliminasi.Proses eliminasi tersebut juga terdiri dari dua bagian yaitu eliminasi alvi dan urin.Urine dihasilkan oleh system perkemihan yang melibatkan organ terpenting urinary yatiugnjal. Untuk itu karena ginjal itu organ terpenting dalam system perkemihan, maka sudahsepantasnya kita menjaga ginjal kita agar tidak terjadi berbgai penyakit yang disebabkanoleh adanya gangguan dari fungsi ginjal.Mengingat pentingnya fungsi dari ginjal tersebut maka dalam kesempatan kali ini penulis maupun kelompok ingin memaparkan mengenai proses dari system perkemihanyang mana melibatkan berbagai macam organ yang berkaitan dalam system perkemihan.

B.Rumusan Masalah
1.Apa yang dimaksd dengan system perkemihan.
2.Jelaskan anatomi dan fisiologi ginjal.
3.Apa saja masalah dalam pola berkemih serta factor yang mempengaruhinya.
4.Bagaimana asuhan keperawatan bagi klien dengan gangguan system perkemihan.






C.Tujuan
1.Tujuan umumMengetahui proses perkemihan dan asuhan keperawatannya.
2.Tujuan khususa.Mengetahui pengertian system perkemihan b.Mengetahui anatomi dan fisiologi ginjalc.Mengetahui masalah dalam pola berkemih serta factor yangmempengaruhinya.
 
B.Mengetahui asuhan keperawatan bagi klien dengan gangguan system perkemihan.

D.Metode Penulisan Dalam penyusunan makalah ini metode penulisan yang penulis terapkan adalah metode studi keperpustakaan yaitu dengan membaca, mempelajari, dan memahamikepustakaan (buku dan sumber lainnya) yang berhubungan dengan penyelesaian makalahini.












BAB II
STUDI LITERATUR

A.Pengertian

Sistem perkemihan merupakan suatu sistem dimana terjdinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang yang tidak dipergunakan oleh tubuh danmenyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakanlagi oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih).Ada pun susuna system perkemihan yaitu:
1.Dua ginjal (ren) yang menghasilkan urin
2.Dua ureter yang membawa urin dari ginjal ke vesika urinaria (kandung kemih)
3.Satu vesika urinaria (VU), tempat urin dikumpulkan, dan
4.Satu urethra, urin dikeluarkan dari vesika urinaria.


B.Anatomi dan Fisiologi System Perkemihan

1.Ginjal
Ginjal terletak pada dinding posterior  abdomen di belakang peritoneum pada keduasisi vertebra thorakalis ke 12 sampai vertebra lumbalis ke-3. Bentuk ginjal seperti bijikacang. Ginjal kanan sedikit lebih rendah dari ginjal kiri, karena adanya lobus hepatisdexter yang besar.Adapun fungis- fungsi dari ginjal yaitu:
a.memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun. 
b.mempertahankan suasana keseimbangan cairan
c.mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh, dan.
d.mengeluarkan sisa-sisa metabolisme akhir dari protein ureum, kreatinin dan amoniak. Setiap ginjal terbungkus oleh selaput tipis yang disebut kapsula fibrosa, terdapatcortex renalis di bagian luar, yang berwarna cokelat gelap, dan medulla renalis di bagiandalam yang berwarna cokelat lebih terang dibandingkan cortex. Bagian  medulla berbentuk kerucut yang disebut pyramides renalis, puncak kerucut tadi menghadap kaliksyang terdiri dari lubang-lubang kecil disebut papilla renalis.
 
Hilum adalah pinggir medial ginjal berbentuk konkaf sebagai pintu masuknya pembuluh darah, pembuluh limfe, ureter dan nervus.. Pelvis renalis berbentuk corongyang menerima urin yang diproduksi ginjal. Terbagi menjadi dua atau tiga calices renalismajores yang masing-masing akan bercabang menjadi dua atau tiga calices renalisminores.Struktur halus ginjal terdiri dari banyak nefron yang merupakan unit fungsionalginjal. Diperkirakan ada 1 juta nefron dalam setiap ginjal. Nefron terdiri dari :Glomerulus, tubulus proximal, ansa henle, tubulus distal dan tubulus urinarius.

2.Ureter 
Terdiri dari 2 saluran pipa masing-masing bersambung dari ginjal ke vesika urinaria.Panjangnya ± 25-30 cm, dengan penampang 0,5 cm. Ureter sebagian terletak pada rongga abdomen dan sebagian lagi terletak pada rongga pelvis.
Lapisan ureter terdiri dari:
a.Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa). 
b.Lapisan tengah lapisan otot polos
c.Lapisan sebelah dalam lapisan mukosaLapisan dinding ureter menimbulkan gerakan-gerakan peristaltic yang mendorongurin masuk ke dalam kandung kemih.



3.Kandung Kemih Vesika urinaria
Kandung Kemih Vesika urinaria bekerja sebagai penampung urin. Organ ini berbentuk seperti buah pir (kendi). letaknya di belakang simfisis pubis di dalam rongga panggul. Vesika urinariadapat mengembang dan mengempis seperti balon karet.Dindingnya terdiri dari:
a.Lapisan sebelah luar (peritoneum). 
b.Tunika muskularis (lapisan berotot).
c.Tunika submukosa.
d.Lapisan mukosa (lapisan bagian dalam).

4.Uretra
Merupakan saluran sempit yang berpangkal pada vesika urinaria yang berfungsi menyalurkan air kemih ke luar. Pada laki-laki panjangnya kira-kira 13,7-16,2 cm, terdiridari:
a.Urethra pars Prostatica 
b.Urethra pars membranosa ( terdapat spinchter urethra externa)
c.Urethra pars spongiosa.Urethra pada wanita panjangnya kira-kira 3,7-6,2 cm (Taylor), 3-5 cm (Lewis).Sphincter urethra terletak di sebelah atas vagina (antara clitoris dan vagina) dan urethradisini hanya sebagai saluran ekskresi.

Proses pembentukan urine melalui tiga tahapa.

a.Filtrasi Glomerulus.
Proses ini tejadi karena permukaan aferan lebihbesar dari permukaan eferen sehingga terjadi penyerapan darah. Saat darah melaluiglomerulus, terjadi filtrasi plasma bebas protein menembus membrane glomerulskedalam kapsula Bowman (Wahit Iqbal Mubarak dan Nurul Chayatin, 2008).



b.Reabsorpsi Tubulus.
 Pada tubulus bagian atas, terjadi penyerapan kembalisebagian besar zat-zat penting, seperti glukosa, natrium, klorida, sulfat, dan ion bikarbonat.proses tersebut berlangsung secara pasif.zat-zat tersebutdireabsorpsikembali oleh kapiler peritubuls ke vena kemudian kejantung untuk kembali diedarkan

c.Sekresi Tubulus.
Mekanisme ini merupakan carakedua bagi darah untuk masuk ke tubulus disamping melalui filtrasi glomerulus. Melalui sekresi tubulus, zat-zattertentu pada plsma darah yang tidak berhasil disaring di kapiler tubulus lebihepat dieliminasiCiri-ciri urine normal

1.Rata-rata dalam satu hari 1-2 liter, tapi berbeda-beda sesuai dengan jumlah cairanyang masuk.
2.Warnanya bening oranye tanpa ada endapan.
3.Baunya tajam.
4.Reaksinya sedikit asam terhadap lakmus dengan pH rata-rata 6



















           

 
     Fisologi Dalam Berkemih:
    Urine masuk kedalam VU
 


      Terjadi peregangan serat
            Otot dinding VU
 

       Timbul rangsangan ingin
              buangair kecil



           Impuls berjalan melalui                                                           
      serabutaferen menuju medulla
          spinalisdan ditransmisikan
                 ke korteksserebi
            Miksi dikontrol saraf
aferenmenuju            VU, impuls berjalanmenuju saraf 
 parasimpatis yangmenyebabkan:
•Otot dinding VU berkontraksi
•Sfingter VU berelaksasi


        Pengeluaran urine dibantu
        olehkontraksi otot dinding
          abdomendan diafragma,
            juga oleh peningkatan
          tekanan kandungkemih
C.Masalah-Masalah dan Factor Yang Mempengaruhi Dalam Pola BerkemihAdapun masalh yang sering muncul dalam pola berkemih sebagai berikut:

1.Inkontinensia Urine
Yaitu kondisi ketika dorongan berkemih tidak mampu dikontrol oleh sfingter eksternal.

2.Retensi urine
Yaitu kondisi tertahannya urine di kandung kemih akibat terganggunya proses pengosongan kandung kemih sehingga kandung kemih menjadi renggang

3.Enuresis
Adalah peristiwa berkemih yang tidak disadari pada anak yang usianyamelampaui batas usia normal control kandung kemih yang seharusnya tercapai

4.Sering Berkemih (Frekuensi)
Meningkatnya frekuensi berkemih tanpa disertai asupan cairan. Dan biasanyaterjadi pada wanita hamil.

5.Urgensi
Perasaan yang sangat kuat untuk berkemih. Sering terjadi pada anak-anak karnecontrol sfingter mereka yang masih lemah.Sedangkan menurut Wahit Iqbal Mubarak dan Nurul Chayatin, 2008 dalam buku Kebutuhan Dasar Manusia, factor-faktor yang sering mempengaruhi dalam berkemihyaitu sebagai berikut:
a.Pertumbuhan dan Perkembangan 
b.Asupan Cairan dan Makanan
c.Gaya Hidup/ Kebiasaan
d.Factor Fisiologis
e.Aktivitas

BAB III
PEMBAHASAN

A.PENGERTIAN
GNA adalah reaksi imunologi pada ginjal terhadap bakteri atau virus tertentu.Yang sering terjadi ialah akibat infeksi kuman streptococcus, sering ditemukan pada usia3-7 tahun. (Kapita Selecta, 2000).

B.ETIOLOGI
1.Streptococcus beta hemoliticus group A.2.Keracunan (timah hitam, tridion)3.Penyakit sipilis4.Trombosis vena renalis5.Penyakit kolagen6.(Kapita Selecta, 2000).

C.MANIFESTASI KLINIK 
1.Hematuria.
2.Oliguria.
3.Edema ringan sekitar mata atau seluruh tubuh.
4.Gangguan gastrointestinal.
5.Sakit kepala, merasa lemah.
6.Nyeri pinggang menjalar sampai ke abdomen.

D.PENATALAKSANAAN
1.Istirahat selama 1-2 minggu.
2.Modifikasi diet.
3.Pembatasan cairan dan natrium
4.Pembatasan protein bila BUN meningkat.
5.Antibiotika.
6.Anti hipertensi
7.Pemberian diuretik furosemid intravena (1 mg/kgBB/kali)8.Bila anuria berlangsung lama (5-7hari) dianjurkan dialisa peritoneal atauhemodialisa.

E.PENGKAJIAN
1.Riwayat kesehatan umum, meliputi Gg/peny. yang lalu, berhubungandengan peny. sekarang. Contoh: ISPA.
2.Riwayat kesehatan sekarang,Meliputi; keluhan/gg. yang berhubungan dgn.Peny. saat ini. Seperti; mendadak, nyeri abdomen,Pinggang, edema.

F.PENGKAJIAN FISIK 
1.Aktivitas/istirahat.
a.Gejala: kelemahan/malaise.
b.Tanda: kelemahan otot, kehilangan tonus otot.
 
2.Sirkulasi
a.Tanda: hipertensi, pucat,edema.
3.Eliminasi.
a.Gejala: perubahan pola berkemih (oliguri). 
b.Tanda: Perubahan warna urine (kuning pekat, merah).

4.Makanan/cairan
a.Gejala: penurunan BB (edema), anoreksia, mual,muntah .
b.Tanda: penurunan haluaran urine.

5.Pernafasan.
a.Gejala: nafas pendek.  
b.Tanda: Takipnea, dispnea, peningkatan frekwensi, kedalaman(pernafasan kusmaul).
6.Nyeri/kenyamanan.
a.Gejala: nyeri pinggang, sakit kepala b.Tanda: perilaku berhati-hati/distraksi, gelisah.




G. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pada laboratorium didapatkan:
1.Hb menurun.
2.Ureum dan serum kreatinin meningkat.
3.Elektrolit serum (natrium meningkat).
4.Urinalisis (BJ. Urine meningkat, albumin, Eritrosit, leukosit).
5.Pada rontgen:IVP abnormalitas pada sistem penampungan (Ductus koligentes).

H. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.Kelebihan volume cairan bd.produksi urine yang menurun akibat dari penurunan filtrasi ginjal.2.Perubahan nutrisi; kurang dari kebutuhan bd. Intake yang kurang.3.Intoleransi aktivitas bd. Kelemahan fisik, bedrest.4.Resiko tinggi kerusakan integritas kulit (infeksi sekunder) bd. Perubahanmetabolisme dan sirkkulasi tubuh.

I.     IMPLEMENTASI

Diagnosa keperawatan 1.
1.Observasi tanda vital tiap 2 jam.
2.Kaji status cairan, observasi intake dan output.
3.Jelaskan pada pasien pentingnya pembatasan cairan.
4.Timbang BB tiap hari pada waktu, alat dan pakaian yang sama.
5.Observasi hasil lab: BJ. Urine, Albumin, elektrolit, darah (kalium dannatrium).

Diagnosa keperawatan 2.
1.Catat pemasukan makanan setiap kali habis makan.
2.Catat gejala yg timbul stlh makan, seperti: mual muntah.
3.Kaji pola dan kebiasaan makan pasien.
4.Sajikan makanan yang menarik dan selalu hangat, porsi kecil tapi sering.
5.Pemberian diet tinggi kalori rendah protein, tinggi karbo hidrat rendahgaram.
6.Observasi hasil lab: BUN dan serum creatinin.

Diagnosa Keperawatan 3.
1.Kaji aktivitas yang biasa dilakukan Pasien setiap hari.
2.Anjurkan pasien melakukan aktivitas sesuai dengan kemampuannya.
3.Bantu aktivitas yang belum dapat dilakukan sendiri oleh pasien.
4.Batasi aktivitas pasien selama di rawat

Diagnosa Keperawatan 4.
1.Jelaskan pd pasien tujuan dari setiap tind. yg dilakukan.
2.Observasi keadaaan perkembangan kulit setiap hari.
3.Kebersihan kuku.
4.Miring kiri-kanan setiap 2 jam.
5.Lakukan masase,olesi minyak untuk memperlancar aliran darah.
6.Pertahankan kondisi kulit tetap kering.
7.Anjurkan pasien memakai pakaian/alat-alat tenun dari bahan katun.

J. EVALUASI

1.Intake dan output cairan seimbang.
2.Tidak ada udema. 
3.Tanda-tanda vital: TD: 120/80 mmHg, RR: 20 X/m, HR: 80 X/mt, suhu:367o C.
4.Kadar elektrolit darah normal.
5.Tidak ada mual, muntah.
6.Pasien dapat menghabiskan porsi makanan yang dihidangkan.
7.Tidak ada gatal-gatal dan lecet pada kulit.
8.Tahan terhadap aktivitas tanpa ada kelelahan.

BAB III
PENUTUP


A.Kesimpulan

Sistem perkemihan merupakan suatu sistem dari eliminasi yaitu pengeluaran zat-zatsisa dari dalam tubuh. Ginjal merupakan suatu organ perkemihan yangterpenting yangharus kita jaga dengan baik. Adanya gangguan pada ginjal akan menimbulkankomplikasi-komplikasi yang sulit diatasi. Oleh karne itu sudah seharuhya kita peduli akankesehatan kita khususnya dalam proses berkemih. Ginjal mempunyai banyak unit nefron yang berguna dalam proses pembuatan urine.Terdapat tiga tahap dalam pembuatan urine:

1.Filtrasi Glomerulus.
2.Reabsorpsi.
3.Sekresi.

B.Saran

Mengingat banyaknya gangguan perkemihan, diharapkan kepada masyarakat dantenaga kesehatan khususnya perawat untuk:

1.Memperhatikan penuh pla perkemihannya.
2.Memperaktekkan gaya hidup/kebiasaan yang sehat.
3.Bagi perawat untuk memberikan asuhan keperawtan yang benar. kepada pasenyang mengalami gangguan sistem perkemihan.











Daftar Pustaka

Wahit Iqbal Mubarak dan Nurul Chayatin, 2008.Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta:EGC















Tidak ada komentar:

Posting Komentar